Jakarta, 17 Juni 2026
M. Arsyad
Jakarta, 17 Juni 2026
M. Arsyad
MENITIPKAN HATI PADA ALLOH AGAR TETAP TENANG DI TENGAH BADAI KEHIDUPAN
بسم الله الرحمن الرحيم
Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang sering melelahkan, ada satu keadaan yang diam diam dirindukan banyak manusia, yaitu ketika Hati benar benar bisa bersandar hanya kepada Allah. Tidak lagi sibuk mengejar kepastian dari manusia, tidak lagi gelisah oleh sesuatu yang belum tentu terjadi, dan tidak lagi menggantungkan harapan kepada makhluk yang sama lemahnya.
Pada akhirnya, manusia akan sampai pada titik sadar bahwa tempat kembali terbaik hanyalah Allah semata.
Ada orang yang terlihat kuat di hadapan banyak manusia, tetapi diam diam menangis panjang setiap selesai shalat. Ada yang tampak tenang, padahal hatinya penuh pertanyaan tentang masa depan, Jodoh, Rezeki, Kesehatan, dan Arah Hidupnya.
Semua itu manusiawi, Sebab manusia memang diciptakan dengan rasa takut, harap, cinta, dan cemas. Namun Islam mengajarkan bahwa semua kegelisahan itu jangan dipendam sendirian. Bawalah ia ke hadapan Alloah dalam Doa yang Jujur, Hati yang Bersih dan penghambaan Yang Ikhlas.
Betapa indah ketika seseorang mulai Belajar Berkata dengan Tulus setelah shalatnya:
“Ya Alloah, Hamba tidak Mengetahui apa yang terbaik untuk hidupku, tetapi Engkau Maha Mengetahui segala yang tersembunyi.”
Sesungguhnya Kalimat sederhana di atas adalah bentuk Tauhid yang dalam, tentang Kesempurnaan Tawakkal dan Ikhlas.
Allah berfirman dalam Al Qur’an:
﴿ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴾
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al Baqarah: 216)
Ayat ini mengajarkan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan manusia.
1. Ada doa yang belum dikabulkan bukan karena Alloah tidak sayang, tetapi karena Alloah sedang menjaga hamba-Nya dari sesuatu yang kelak menyakitkan.
2. Ada harapan yang tertunda karena Allah sedang mempersiapkan waktu terbaik yang belum diketahui manusia.
Ketika seorang hamba mengakui kelemahannya di hadapan Rabb Semesta alam, saat itulah Alloah membuka jalan pertolongan yang sering tidak disangka sangka.
(QS. At-Thalaq Ayat 2-3)
Maka ketika memohon tentang jodoh, jangan hanya meminta seseorang yang tampan atau cantik rupanya. TETAPI Mintalah seseorang yang membuat HATI semakin dekat kepada Allah. Sebab rumah tangga bukan hanya tentang kebahagiaan dunia, melainkan perjalanan panjang menuju akhirat.
Banyak hubungan terlihat indah di awal, tetapi ternyata penuh luka karena dibangun tanpa Iman dan Takwa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini bukan hanya berlaku bagi laki laki. Perempuan pun diajarkan mencari pasangan yang baik agamanya, baik akhlaknya, lembut lisannya, dan bertanggung jawab. Sebab ketenangan rumah tangga tidak lahir dari kemewahan semata, tetapi dari hati yang sama sama takut kepada Allah.
Sungguh banyak orang tertipu oleh ucapan manis manusia. Ada yang pandai berjanji, tetapi lemah menjaga amanah. Ada yang pandai membuat nyaman, tetapi tidak mampu bertahan saat ujian datang. Karena itu, berdoalah agar Allah menjauhkan dari hubungan yang hanya indah di permukaan namun rapuh dalam Kenyataan.
Allah berfirman:
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ
“Wanita wanita yang buruk untuk laki laki yang buruk, dan laki laki yang buruk untuk wanita wanita yang buruk. Sedangkan wanita wanita yang baik untuk laki laki yang baik, dan laki laki yang baik untuk wanita wanita yang baik.
” (QS. An Nur: 26)
Karena itu, sebelum sibuk meminta pasangan yang baik, sibukkan diri memperbaiki diri sendiri.
Jangan hanya meminta pasangan yang sholeh atau sholehah, tetapi lupa memperbaiki shalat, lisan, akhlak, dan hubungan dengan Alloah. Sebab jodoh yang baik biasanya dipertemukan dengan hati yang sama sama sedang Belajar Taat.
1. Mintalah hati yang cinta kepada ketaatan.
2. Mintalah hati yang tenang dalam ibadah.
Sebab dunia ini mudah membuat manusia lalai. Hari ini merasa dekat kepada Alloah, besok bisa saja kembali jauh karena dosa dan maksiat. Karena itu, jangan hanya meminta kebahagiaan dunia, tetapi mintalah istiqamah sampai akhir usia.
Rasulullah ﷺ sering berdoa:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ و طاؤتك
“Wahai Dzat yang membolak balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu, dan senantiasa Ketaatan kepada-Mu” (HR. Tirmidzi)