Oleh : Dr. Mahnuri, M. Pd
DIKDASMEN PWM dan BPMP DKI Jakarta
PENGELOLAAN KURIKULUM DAN SUPERVISI AKADEMIK
"MENYONGSONG AKREDITASI DIGITAL"
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh tiap satuan pendidikan yang berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, daerah, dan satuan pendidikan.
Pengelolaan kurikulum mencakup kegiatan perancangan dan pengembangan, implementasi kurikulum dalam pelaksanaan tugas guru menyampaikan materi pelajaran, serta monitoring dan evaluasi untuk memastikan bahwa keterlaksanaan dan keberhasilannya sesuai dengan yang diharapkan
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta dapat mengembangkan dan merancang model pengelolaan KTSP dengan indikator kompetensi sebagai berikut.
Mengidentifikasi pedoman penyusunan dan pengelolaan KTSP 2013 berdasarkan Lampiran 1 Permendikbud No. 81A.
Mengembangkan muatan kurikulum dan beban belajarpada kurikulum tingkat satuan pendidikan.
Mengembangkan dokumen pengelolaan KTSP 2013
Materi 2
Oleh : Dahlan Dore, S. Pd
Bidang Kurikulum DIKDASMEN PCM Komplek Slipi Jakarta-Barat
"CARA PEMBUATAN KISIS-KISI DAN SOALYANG TERINTEGRASI DENGAN CP – TP – ATP"
Capaian pembelajaran (CP) berisi kompetensi dan karakter yang ingin dicapai yang selanjutnya dituangkan dalam tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran (ATP). Tujuan Pembelajaran (TP) disusun untuk mencapai CP yang di dalamnya memuat kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Adapun aspek lain yang ada di dalam TP selain kompetensi adalah konten dan variasi. Konten yaitu ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang harus dipahami peserta didik. Sementara variasi berisi penjelasan akan pentingnya penguasaan berpikir kreatif dan tingkat tinggi agar bisa mencapai TP.
Kosep merdeka belajar yang dimuat dalam kurikulum prototipe, capaian pembelajaran (CP) dibagi ke dalam beberapa fase yang menyesuaikan perkembangan siswa. Fokus capaian pembelajaran (CP) terletak pada kompetensi inti dan konten esensial yang terdapat di setiap fase dan harus penuhi pada akhir fase pembelajaran. Dengan adanya rentang waktu di setiap fase, siswa dapat menguasai kompetensi dalam CP lebih lama serta guru juga memiliki waktu yang fleksibel untuk mengembangkan strategi pembelajaran. Berikut fase dalam CP, yaitu:
Penyusunan kisi-kisi soal merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan para guru sebelum melakukan penulisan soal. Kisi-kisi soal merupakan sebuah format pedoman yang dapat berupa matriks untuk menulis soal menjadi suatu alat penilaian.
Kisi-kisi soal tersebut dapat digunakan sebagai pedoman untuk membuat soal yang memuat secara lengkap kriteria dari soal yang akan diusun dalam sebuah tes. Kisi-kisi soal tersebut disusun berdasarkan silabus mata pelajaran.
Kisi-kisi soal dapat dikatakan baik apabila dapat memenuhi beberapa pesyaratan. Persyaratan tersebut yakni mewakili isi kurikulum yang akan diujikan, soal dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang telah ditetapkan, komponen-komponen yang ada pada kisi-kisi soal rinci, jelas, dan mudah dipahami.
Selain beberapa persyaratan tersebut, kisi-kisi soal dapat dikatakan baik apabila memenuhi beberapa kriteria yakni mengacu pada materi pelajaran sesuai kurikulum yang ditetapkan, memiliki sejumlah komponen dengan informasi yang jelas dan mudah dipahami serta menggunakan satu atau lebih kata kerja operasional dalam satu rumusan indikator.
Ada beberapa komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah kisi-kisi. Komponen tersebut disesuaikan dengan tujuan pelaksanaan tes yang terdiri dari komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas tersebut diletakkan di atas komponen matriks.
Komponen identitas terdiri dari jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang berlaku, alokasi waktu, jumlah soal dan bentuk soal. Sedangkan komponen matriks terdiri dari, kompetensi dasar, materi, indikator, level kognitif dan nomor soal.
Untuk membuat kisi-kisi soal ada beberapa langkah yang dapat dilakukan yakni sebagai berikut:
1. Tentukan Terlebih Dahulu Kompetensi Dasar yang akan diukur
Kompetensi Dasar (KD) merupakan sebuah kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik setelah mempelajari materi pembelajaran tertentu. Kompetensi dasar ini diambil dari kurikulum yang berlaku di sekolah yang bersangkutan.
2. Pilih materi yang esensial
Pemilihan materi yang esensial tersebut dapat dilihat dari bahan ajar yang digunakan pada proses pembelajaran. Bahan ajar tersebut jugaharus dikuasai peserta didik berdasarkan kompetensi yang akan diukur. Penentuan materi (bahan ajar) yang akan diambil disesuaikan dengan indikator yang akan disusun.
Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk memilih materi yang esensial. Kriteria tersebut yakni pendalaman dari satu materi yang sudah dipelajari sebelumnya, merupakan materi penting yang wajib dikuasai peserta didik, materi sangat diperlukan untuk mempelajari mata pelajaran lain, materi tersebut berkesinambungan pada semua jenjang kelas, materi tersebut memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
3. Rumuskan indikator yang mengacu pada KD
Indikator dapat berisi ciri-ciri perilaku yang dapat diukur, yang mana ciri tersebut dapat digunakan sebagai petunjuk untuk membuat soal. Perumusan indikator harus memperhatikan materi dan level kognitif dari materi yang diajarkan. Level kognitif yang harus diperhatikan yakni sebagai berikut:
Mengingat (C1) yakni merupakan level kognitif yang penerapannya yaitu dengan mengemukakan kembali apa yang sudah dipelajari dari guru, buku, sumber lainnya, tanpa melakukan perubahan.
Memahami (C2) yakni merupakan level kognitif yang penerapannya yaitu dengan melakukan proses pengolahan dari bentuk aslinya tetapi arti kata, istilah, tulisan, grafik, tabel, gambar, foto, tidak berubah.
Menerapkan (C3) yakni merupakan level kognitif yang penerapannya yaitu dengan menggunakan informasi, konsep, prosedur, prinsip, hukum, teori yang sudah dipelajari untuk sesuatu yang baru atau belum dipelajari.
Menganalisis (C4) yakni merupakan level kognitif yang penerapannya yaitu dengan menggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antara satu kelompok atau informasi lainnya, antara fakta dengan konsep, antara argumentasi dengan kesimpulan, benang merah pemikiran antara satu karya dengan karya lainnya.
Mengevaluasi (C5) yakni merupakan level kognitif yang penerapannya yaitu dengan menentukan nilai suatu benda atau informasi berdasarkan suatu kriteria.
Mencipta (C6) yakni merupakan level kognitif yang penerapannya yaitu dengan membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan utuh dan berbeda dari komponen yang digunakan untuk membentuknya.
Cara Menyusun Kisi-Kisi Soal yang Wajib Diketahui Oleh Guru - NaikPangkat.com
1. Fase A (untuk jenjang SD kelas I dan kelas II)
2. Fase B (untuk jenjang SD kelas III dan kelas IV)
3. Fase C (untuk jenjang SD kelas V dan kelas VI)
4. Fase D (untuk jenjang SMP kelas VII- IX)
5. Fase E (untuk jenjang SMA kelas X)
6. Fase F (untuk jenjang SMA kelas XI-XII)
7. Fase PAUD, atau pondasi mempersiapkan siswa masuk ke fase A.
Pada kurikulum prototipe, capaian pembelajaran dibuat lebih sederhana untuk memberikan ruang pada guru dalam mengembangkan kompetensi peserta didik. Namun, penyederhanaan ini tidak berarti adanya penurunan standar capaian. Berikut cara menggunakan capaian pembelajaran dalam merancang kegiatan belajar di kelas.
1. Berkolaborasi sesama guru dalam satu fase
2. Membuat alur tujuan pembelajaran (ATP) yang diperoleh dari turunan CP dan tujuan pembelajaran (TP)
3. Mengembangkan TP yang memuat sikap, pengetahuan, keterampilan dan konten inti
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun guru secara sistematis dan logis untuk menjadi panduan dalam mencapai CP di akhir fase pembelajaran. Alur tujuan pembelajaran (ATP) digunakan untuk menentukan modul ajar atau modul yang dikembangkan. ATP akan diturunkan dari CP dan tujuan pembelajaran.
Beberapa prinsip CP ATP yaitu:
1. Esensial, adanya uraian konsep, keterampilan dan komponen inti untuk mencapai CP
2. Berkesinambungan, TP memiliki tujuan yang tersusun berkesinambungan dan jelas
3. Kontekstual, tujuan pembelajaran disesuaikan dengan perkembangan siswa
4. Sederhana, menggunakan bahasa yang mudah dipahami dalam penyusunan TP
Berikut ini beberapa langkah dalam menjabarkan CP ATP
1. Konkret ke abstrak, yaitu mengurutkan konten yang bersifat konkret atau berwujud ke yang lebih abstrak atau simbolis berdasarkan pemaparan teori yang relevan.
2. Deduktif, yaitu mengurutkan konten yang bersifat umum ke khusus
3. Mudah ke sulit, yaitu mengurutkan konten dari yang paling mudah ke yang tersulit
4. Hierarki, mengurutkan konten yang mengajarkan keterampilan lebih mudah menuju keterampilan kompleks
5. Prosedural, mengajarkan siswa hanya pada tahap pertama dalam sebuah prosedur, lalu siswa diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tahap selanjutnya.
6. Scaffolding, yaitu secara perlahan mengurangi bantuan pada siswa sehingga siswa menjadi mandiri dalam belajar dan kemampuannya dapat meningkat.