LITERASI
LITERASI
Seiring dengan terjadinya globalisasi di beberapa sektor, mulai dari teknologi, budaya, dan juga alat komunikasi, membuat manusia harus mampu menghadapinya.
Globalisasi membuat semuanya menjadi semakin mudah dan terbuka. Arus informasi menjadi semakin kencang, dan tentunya beragam. Kemudian perkembangan teknologi pada alat komunikasi, membuat jarak antar manusia untuk berkomunikasi semakin tidak terbatas.
Nah, globalisasi ini tidak bisa kita hindari. Dampak positif atau negatifnya pun tergantung dari kita. Maka, salah satu hal terpenting dalam menghadapi era globalisasi yaitu dengan gerakan literasi.
Membaca dapat diartikan sebagai proses menerjemahkan lambang-lambang bahasa hingga diproses menjadi suatu pengertian. Sementara itu, menulis adalah mengungkapkan pemikiran dengan mengukirkan lambang-lambang bahasa hingga membentuk suatu pengertian.
Jadi, kalau literasi hanya dipahami sesederhana itu, artinya bangsa kita ini punya sejarah panjang terhadap aktivitas-aktivitas literasi lhoo. Tapi, seiring dengan perkembangannya, pemaknaan terhadap literasi pun menjadi lebih luas.
Bahkan di Indonesia, kata literasi sudah lebih populer dibandingkan kemahirwacanaan, melek aksara, dan keberaksaraan. Bukan hanya sekedar kata, tapi literasi juga menjadi gerakan bagi pegiat pendidikan, baik informal dan juga nonformal.
Kenapa pemaknaan literasi dan gerakan literasi semakin berkembang? Sampai-sampai kemampuan literasi juga difokuskan menjadi parameter penilaian terhadap peserta didik dan guru. Nah, ada beberapa alasan yang sangat penting dan ini wajib kamu ketahui.
Pertama, munculnya kesadaran yang mendasar tentang pentingnya kemajuan dan masa depan bangsa Indonesia. Kalau kita lihat secara historis dan sosiologis, tingkat literasi yang tinggi adalah faktor yang paling mendukung sebuah bangsa dengan masyarakatnya menjadi unggul dan maju.
Kedua, masyarakat dan pemerintah Indonesia semakin sadar bahwa kemajuan dan keunggulan individu, masyarakat, dan juga bangsa, ditentukan oleh adanya tradisi dan budaya literasi yang baik.
Ketiga, adanya faktor pendukung dari komunitas-komunitas yang peduli dan punya semangat untuk menumbuhkan dan menyebarluaskan kegiatan, tradisi, dan budaya literasi di lingkungan masyarakat dan lingkungan pendidikan.
Di tengah gempuran informasi yang masif pada saat ini, literasi memiliki peran yang lebih penting lagi. Mengapa literasi menjadi begitu penting? Yuk simak tujuan literasi di bawah ini:
Dengan literasi, tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang diterima menjadi lebih baik.
Membantu orang berpikir secara kritis, dengan tidak mudah terlalu cepat bereaksi.
Membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca.
Membantu menumbuhkan serta mengembangkan nilai budi pekerti yang baik dalam diri seseorang.
Belajar literasi tentu memiliki manfaat yang sangat banyak, terutama di tengah gempuran informasi di era digital seperti saat ini. Berikut beberapa manfaat yang bisa kita dapat dari belajar literasi:
Memperkaya kosa kata.
Memperluas wawasan dan pengetahuan.
Membantu berpikir kritis untuk membantu dalam mengambil keputusan.
Membuat otak bekerja lebih optimal.
Mengasah kemampuan dalam menangkap dan memahami informasi dari bacaan.
Mengasah kemampuan menulis dan merangkai kata dengan lebih baik.
Melatih konsentrasi dan fokus.
Mengembangkan kemampuan verbal.
Meningkatkan kepekaan terhadap informasi yang ada di platform media terutama digital.
Meningkatkan kreativitas dalam memilih dan menyusun kata.
Kemampuan literasi harus terus diasah untuk melatih kemampuan berpikir kita. Contohnya bisa dengan menerapkan kegiatan-kegiatan berikut:
Membiasakan diri untuk membaca buku selain buku pelajaran, seperti novel, pengetahuan umum, bahkan artikel-artikel yang memberikan pengetahuan positif di internet.
Menyimak video-video yang memberikan informasi bermanfaat dan menuliskan resume untuk memperluas wawasan.
Membuat catatan kecil atau sticky notes yang berisi kata-kata motivasi.
Membuat jadwal rutin kunjungan ke perpustakaan untuk membaca buku.
Membuat mading (majalah dinding) di sekolah.